Latest Movie :
Recent Movies
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Pirates of The Carribean, Salazar The Movie... Ups.. !!

Pirates carribean : Dead Men Tell no Tales aka. Salazar revenge

Berbicara tentang film seri pirates of the carribean ini memang gak ada habisnya, mulai dari trilogy awal yang melegenda sampai dua seri terakhir yang mulai dianggap sebelah mata, akan tetapi deratan seri film Jack Sparrow ini tidak pernah kehilangan jutaan fans nya. Di tengah berbagai ekspektasi itu, Pirates of the Carribean tetap konsisten menghasilkan karya-karya yang memanjakan imajinasi dan mata.
Poster Pirates Of The Carribean 5

Diseri ini Jack Sparrow akan berhadapan dengan musuh bebuyutan yang dulu pernah ia kalahkan, kapten Salazar. Kapten yang semasa hidupnya memimpin pasukan angkatan laut Spanyol ini terkena kutukan ketika tengah memburu Jack Sparrow muda. Puluhan tahun lamanya Salazar dan pasukannya terjebak didalam sebuah gua, hingga kecerobohan Jack sendiri lah yang melepaskannya.

Sementara itu Henry Turner tangah bertualang mencari tahu cara melepasakan kutukan ayahnya dari jeratan The Flying Dutchman. Ditemani seorang ilmuwan perempuan yang sedang memecahkan misteri peta trisula pseidon, trisula penguasa laut. 

Sepanjang film ini diceritakan bagaimana kelihaian Jack menghindari Salazar sembari memanfaatkan Henry untuk mendapatkan trisula pseidon. Tentu jika masih ingat dengan ambisi Jack Sparrow yang ingin menjadi penguasa lautan, bersaing keras dengan saingan sekaligus partner petualangnya yaitu Barbossa.

I like this man.. hehe
Kalau kita perhatikan prolog cerita diatas rasanya tidak asing kan ? ya formasi cerita seperti ini seperti pengulangan dari film pertama Pirates of The Carribean The Curse of Black Pearl. Pasukan mayat hidup yang memburu Jack Sparrow. Malah kalau lihat kualitas musuhnya lebih canggih Barbossa and the gank yang bebas berkeliaran di darat dan lautan, sementara Salazar terbatas dengan kutukan yang tidak pernah bisa menginjakan kaki di darat.

Tapi inilah kelebihan seri ke 5 Pirates of the Carribean, ia adalah sosok Javier Bardiem yang berhasil menghadirkan sosok Salazar yang sangat mengintimadasi dan menakutkan, dan lucu. Di lengkapi dengan kapal yang bisa memakan kapal lainnya, Salazar dan kru-nya sangat menakutkan. 

Sebaliknya keadaan terbalik terjadi pada sosok Jack Sparrow yang di seri ini malah seperti pemain figuran yang lari-lari gak jelas. Oke lah saya tidak tahu apa yang terjadi dibelakang kamera, mulai dari isu Jhonny Depp yang tidak mau lagi memerankan Jack Sparrow, Usia yang sudah tua, atau manajeman film yang tidak suka atas tawaran gaji yang diajukan Jhonny Depp. Ya Jack Sparrow perlahan kehilangan karismanya.

Oh ya terakhir film ini sukses meraih banyak penonton terutama penonton lama yang rindu dengan karakter ikonik, seperti William Turner dan Elizabeth Swann. Mereka hadir kembali meski dengan prosi yang sangat sebentar. Hmm ada yang ingat jurasssic world.??

Rating   :
Imdb                                     : 6,8 / 10
Rotten Tomatoes                  : 29 %
Pribadi                                  : 80 / 100

100 / 100 untuk Salazar dan 120 / 100 ketika bilang “Death..!!” dan “Jack Sparrrrouwww..”


Bridge of Spies (2015), Film Spionase Ter-Cool




Review Bridge of Spies
Bridge of Spies

Sinopsis

Jim Donovan (Tom Hanks), seorang pengacara ditunjuk oleh pengadilan untuk memberikan pendampingan hukum bagi seseorang yang diduga mata-mata Uni Soviet. Mencoba untuk profesional dalam pendampingan hukum, malah menjadikan Jim menjadi sosok yang dimusuhi oleh negara tempat ia tinggal, Amerika Serikat.

Konflik pun terjadi di Berlin, yang dimana ketika itu Jerman Barat dan Jerman Timur masing-masing membangun tembok untuk “memisahkan diri”. Seorang mahasiswa berkebangsaan Amerika Serikat, Frederick Pryor (Will Rogers), terjebak di Jerman Timur. Alhasil ia ditangkap dan dituduh sebagai mata-mata Amerika Serikat disana.

Sementara itu, seorang pilot tertangkap basah tengah memata-matai Uni Soviet. Francis Gary Powers (Austin Stowell) ditembak jatuh di ketinggian 70.000 kaki karena dianggap melanggar wilayah dan di curigai melakukan pengintaian terhadap Uni Soviet.
Review Bridge of Spies
Jim Donovan

Mengetahui kondisi ini, masing-masing negara mencoba mengambil keuntungan. Kol. Abel (Mark Rylence), seseorang yang diduga mata-mata Uni Soviet, yang kala itu tengah di tangani oleh Jim Donovan pun diajukan untuk melakukan sebuah pertukaran tawanan. Jim pun diuji untuk melakukan sebuah pertukaran yang menguntungkan dengan negosiasi bilateral di tengah konflik dan perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Review

Terinspirasi dari kisah nyata tahun 1957, Bridges of Spies berhasil menghadirkan sebuah situasi perang dingin yang benar-benar terasa. Bagaimana situasi Berlin kala pembangunan tembok dan bagaimana kondisi publik baik itu Amerika Serikat dan Uni Soviet, yang saat ini berganti nama menjadi Rusia, kala menghadapi isu spionase.

Ditengah perfilman dengan tema yang sama, Bridges of Spies hadir diantara deretan film spionase berkelas nan menghibur. Saya sendiri pernah menonton film dengan tema yang kurang lebih sama, seperti Tinker Taylor Soldier Spy dan The Good Shepherd.

Review Bridge of Spies
Pertukaran Tawanan
Berbeda dengan dua film yang telah saya sebutkan diatas, Bridges of Spies justru hadir dengan kemasan yang lebih menarik untuk disimak sampai akhir film. Sekedar perbandingan saja, ketika saya menonton dua film yang saya sebutkan tersebut saya dilanda rasa bosan di pertengahan film, entah itu karena alurnya yang lambat atau cerita yang benar-benar berat.

Film arahan Steven Spielberg ini memang sangat tepat dengan menggaet Tom Hanks sebagai tokoh utama. Spielberg menghadirkan karakter Jim Donovan yang hangat, tidak membosankan dan terkadang lucu dengan celetukan dan kepolosannya, akan tetapi tetap memiliki wibawa dan profesionalitas di bidang pekerjaannya, benar-benar klop dengan karakter yang khas yang sering kali dibawakan oleh Tom Hanks. Saya sendiri melihat Bridges of Spy dari sisi ini, dengan karakter Jim Donovan khas ala Tom Hanks, alhasil film ini menjadi hiburan yang berkelas.

Berbicara tentang Tom Hanks dan Jim Donovan, saya seringkali teringat dengan karakter Gump di Forrest Gump atau Mr. Walt di Saving Mr Banks. Dimana di dua karakter itu benar-benar berhasil memaku memori karakter Tom Hanks di ingatan saya. (Oh iya, berbicara film Tom Hanks yang lain, sebenarnya saya belum pernah menonton Cast Away dan Captain Phillips, << Moviefreaks macam apa ini.??????)

Terakhir, ini adalah salah satu deretan film terbaik yang pernah saya tonton, meski sayangnya tidak masuk dalam best picture nominasi oscar. Oh iya, kamu jangan berharap ada twist ending disini. Kamu cukup menonton dan menikmati setiap momen dalam film ini dengan santai dan rileks saja, dan rasakan sensasi menonton sebuah film berkelas khas ala Spielberg.

Rating

4,3/5


IMDB  : 7,7/10

Rotten Tomatoes : 91%



Review American Psycho (2000), Feel To Be Psycho

Review American Psycho
American Psycho


Sinopsis

Seorang CEO sebuah perusahaan dengan status sosial yang cukup tinggi, Patrick Bateman (Christian Bale). Hidup di lingkungan mewah, dikelilingi oleh relasi kelas atas dan dengan serba kecukupan, menjadikan kehidupan Patrick Bateman terlihat nampak sempurna.

Kehidupan Bateman selalu di tuntut untuk sempurna. Bahkan Bateman memiliki “ritual” setiap pagi untuk merawat dan melatih kebugaran tubuhnya. Tampan dan kaya raya nampaknya sudah cukup bagi Bateman untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan.

Masalah bermula ketika seorang Paul Allen (Jared Leto) salah mengenali Bateman menjadi orang lain. Awalnya Bateman tidak terlalu mengambil pusing masalah ini, akan tetapi masalah menjadi lebih memuncak ketika kartu nama Paul Allen ternyata lebih bagus dari miliknya.

Dengan sebuah perencanaan yang matang dan alibi yang telah diperhitungkan, Bateman akhirnya membunuh Allen dengan kejam. Namun ternyata pembunuhan demi pembunuhan tidak berhenti sampai disana, Bateman melanjutkan “kesenangannya” dalam membunuh bahkan tanpa alasan apapun.


Review

Review American Psycho
Patrick Bateman
Inilah awal mula karir seorang Christian Bale bermula dan menjelma menjadi seorang bintang hollywood, dari karakter yang bernama Bateman (dan 5 tahun kemudian mendapat karakter Batman ???). American Psycho melalui seorang Patrick Bateman menceritakan sebuah karakter yang kompleks. Bahkan rumornya, sang-artis-serba-bisa Edward Norton pun menolak karakter ini dikarenakan sulit memerankannya.

Meski mengambil judul American Psycho, akan tetapi cerita yang disajikan sebenarnya jauh lebih ke drama psikologi. Minim adegan gore dan hanya sedikit menggunakan darah, nampaknya menjadi kontra dengan judul yang tertera. Akan tetapi disanalah daya tarik dari film ini sebenarnya. Selain itu, balutan musik yang elegan dan unik serta pembawan karakter Patrick Bateman yang lucu juga menjadikan film ini termasuk kedalam komedi juga sebenarnya.

American Psycho secara harfiah memang diartikan sebagai orang amerika yang psikopat, dan memang sepanjang film kita akan menonton bagaimana sudut pandang seorang warga Amerika kelas atas yang psikopat. Bagaimana keinginan membunuh yang disebabkan hanya persaingan kartu nama, atau proses membunuh seorang gelandangan jalanan tanpa alasan. Gila dan brilian.
Review American Psycho
Anak meme pasti tahu scene ini

Secara casting sebenarnya film ini di huni oleh artis-artis kelas atas, seperti Jared Leto, Willem Defoe, Justin Theroux dan Reese Witherspoon. Tapi sayangnya porsi dari karakter yang mereka perankan sangat minim. Sementara sepanjang film, Bale benar-benar menjadi bintangnya.

Setelah American Psycho, Bale melanjutkan karirnya dengan mengambil peran-peran yang tidak biasa. Katakanlah seperti The Machinist, Trilogy Batman, dan yang lainnya.

Oh iya, ini adalah salah satu film dengan ending WTF.!! Jangan harap kamu bisa menemukan jawaban dengan sederhana dan diakhir film kamu akan menemukan tanda tanya yang suaaangaaaat besaaar.

Rating

Seperti biasa, film-film Christian Bale selalu keren, karena itu saya kasih nilai

4/5

Ditambah ending yang berhasil saya membuat saya terbengong-bengong selama 3 jam setengah, akhirnya nilainya menjadi

4,1/5


IMDB : 7,6/10

Rotten Tomatoes : 67%



Review The Revenant (2015)



The Revenant
The Revenant


Sinopsis


Ditengah perburuan kulit di hutan pedalaman Amerika, Hugh Glass (Leonardo Dicaprio) diserang oleh sekelompok indian. Glass dan kawan-kawan terpecah dan berusaha menyelamatkan diri dan hasil buruan sebisa mungkin. Dengan menggunakan sebuah perahu, sebagian kecil dari kelompok Glass berhasil selamat dari pembantaian suku Indian yang dijuluki Ree tersebut.

Glass menyarankan kepada pemimpin kelompok kapten Andrew Henry (Domhnall Gleeson) untuk melanjutkan perjalanan melalui daratan. Sayangnya, belum jauh perjalanan didarat tersebut, Glass diserang seekor beruang Grizzly. Glass selamat, sayangnya ia terluka parah.

Kondisi Glass terluka parah dan sekarat sehingga tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan. Kapten Andrew memutuskan untuk meninggalkan Glass, sampai kondisinya membaik untuk melanjutkan perjalanan. Untuk menemani Glass di tugaskanlah Hawk (Forrest Goodluck) yang merupakan anak Glass sendiri, Bridger (Will Poulter), dan Fitzgerald (Tom Hardy) yang sepanjang jalan berselisih pendapat dengan Glass.

Setelah beberapa lama, kondisi Glass yang tidak kunjung membaik membuat Fitzgerald hilang kesabaran. Terjadi konflik sampai akhirnya Hawk terbunuh di tangan Fitzgerald disaksikan Glass yang sedang tak berdaya. Akhirnya Fitzgerald memutuskan untuk meninggalkan Glass setelah meyakinkan Bridger jika ada sekelompok indian Ree yang tengah menuju tempat mereka.
The Revenant
Hugh Glass

Glass yang disangka akan mati oleh Fitzgerald pun ternyata berhasil bertahan hidup. Akhirnya dengan merangkak dan terpincang-pincang Glass melanjutkan perjalanan dengan satu tujuan, membalas kematian anaknya yang dibunuh oleh kawannya sendiri.

Review


Sebuah film survival terkeren dan terbrutal yang pernah saya lihat. Semua kondisi survival mulai dari makan ikan dan daging mentah, membuat bivak, membuat perapian, sampai tidur di dalam bangkai kuda, semua tersaji dalam film berdurasi 2 jam 30 menit ini. Membuat film survival lain semacam Into The Wild (2007) jadi terlihat konyol. Haha.

Meski menceritakan survival, Alejandro Innaritu berhasil mengemas film The Revenant ini sangat apik sehingga tidak membosankan. Dengan bumbu drama dan penggambaran sejarah kondisi hutan di Amerika tahun 1823, menjadikan film ini sangat menarik untuk ditonton sampai akhir.

Ah keberhasilan itu memang tidak lepas dari tangan dingin seorang Innaritu, yang pada tahun sebelumnya berhasil memborong Piala oscar untuk film dan sutradara terbaik. Memang secara ide The Revenant tidak sedalam Birdman yang lebih menonjolkan unsur filosofis dan psikologi. Boleh dibilang The Revenant bener-bener tontonan yang LAKI. Heuheu.

Satu lagi yang membuat film ini mencapai penilaian sempurna adalah kehadiran Leonardo Dicaprio sebagai Hugh Glass dan Tom Hardy sebagai tokoh antagonis Fitzgerald. Keduanya adalah bintang yang berhasil menghadirkan suasana film yang benar-benar mengoyak emosi. Terlebih Tom Hardy yang berhasil menghadirkan sosok antagonis yang menyebalkan, menjijikan dan grrrrrrr melebihi sifat jahatnya karakter Bane di The Dark Knight Rises yang juga diperankan oleh Tom Hardy.

The Revenant
Fitzgerald
Pun sama halnya dengan karakter Hugh Glass yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio. Seorang karakter yang bisa menahan emosi, tidak banyak berkata-kata, tapi sangat penyayang terhadap keluarga, yang kemudian bertransformasi menjadi seorang pembalas dendam yang sanggup membunuh dengan dingin orang yang telah mengkhianati dan membunuh anaknya.

Bagi Leo dan Tom, ini memang bukan film pertama mereka beradu akting. Inception adalah film lain yang menyaksikan mereka beradu akting, meski dalam film tersebut karakter yang mereka tunjukan tidak terlalu berkesan.

Akhirnya, Innaritu berhasil mengulangi kenangan manis bersama Birdman untuk memborong nominasi oscar untuk tahun ini. Dan bagi Leonardo Dicaprio sendiri ini adalah pembuktian bahwa dirinya layak mendapat piala oscar setelah kemarin berhasil membawa pulang Golden Globe melalui perannya kali ini.

Rating

4,8/5
Untuk keseluruhan film.

Dan

5/5 alias sempurna

Untuk adegan ketika beruang mengoyak-ngoyak tubuh Leonardo Dicaprio. Puas, brutal, gore, berdarah-darah dan natural.


IMDB : 8,3


Rotten Tomatoes : 81%

Review Hannibal (2001), Menguak Kekejaman Hannibal Lecter



Sinopsis

Bersetting setelah 10 tahun semenjak Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins) melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa. Clarice Sterling (Julianne Moore), yang dulu memiliki hubungan dengan Lecter pun kini telah resmi menjadi agen resmi FBI. Sayangnya, pergantian status dari sekedar “anak magang” menjadi agen FBI pun tidak serta merta berjalan dengan baik.

Suatu waktu, munculah seorang Mason Verger (Gary Oldman), seorang yang pernah menjadi korban keganasan sang dokter. Verger yang sangat terobsesi dengan misi balas dendam terhadap Hannibal Lecter pun mengerahkan segala cara agar bisa menangkapnya hidup-hidup.

Sementara itu, Clarice ditugaskan untuk mencari informasi mengenai keberadaan Hannibal Lecter. Clarice melihat hal ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki citranya di FBI, dan karena pengalamannya yang begitu dekat dengan sang dokter, maka ia pun melihat peluang untuk menangkapnya kembali.

Dengan dikelilingi oleh agen dan polisi yang korup, membuat masalah menjadi pelik. Clarice Sterling kesulitan menjalankan misi. Sementara Dr. Hannibal Lecter sendiri dengan leluasa melakukan kejahatannya kembali.

Review


Nama besar Ridley Scott sebagai sutradara tidak menjadi jaminan disini. Ridley Scott yang juga pada kisaran tahun yang sama berhasil membawa pulang Oscar dengan Gladiator-nya, atau film thriller epic bertajuk alien, rasanya belum cukup untuk menghadirkan suasana berkesan di film berjudul Hannibal ini.

Penceritaan di film yang satu ini memang berfokus pada sosok Hannibal. Tidak seperti film sebelumnya The Silence of The Lambs, atau prequel yang hadir setahun setelah film Hannibal itu sendiri, Red Dragon. Kedua film yang berhasil meraih rating cukup tinggi ini menghadirkan sebuah cerita dimana Dr. Hannibal Lecter menjadi “mentor” bagi agen-agen FBI yang mengalami kesulitan dalam memecahkan suatu kasus.

Sebenarnya ide cerita dalam film Hannibal ini berpotensi untuk menghadirkan film yang keren. Jujur saja, di film The Silence of The Lambs saya penasaran habis dengan sosok dan sejahat apa Dr. Hannibal Lecter sebenarnya. Memang disana ada scene Dr. Hannibal Lecter menguliti wajah seorang polisi akan tetapi rasanya itu belum cukup menjadikan Dr. Hannibal Lecter menjadi penjahat yang paling ditakuti disana.

Di film Hannibal ini lah saya mendapat jawaban sekaligus kepuasan akan keingin tahuan tentang sosok Hannibal Lecter sebenarnya. Teknik membunuh dan memakan korbannya, setiap korban Hannibal Lecter selalu meninggalkan kesan, apalagi endingnya yang membuat ngilu abis. Serius.

Jika ada hal yang bisa dijadikan kambing hitam akan jebloknya rating film Hannibal ini, mungkin itu didasari oleh pemilihan cast-nya yang kurang tepat. Terutama keputusan untuk mengganti sosok agen Clarice Sterling yang diperankan oleh Julianner Moore, yang sebelumnya di perankan oleh Jodie Foster.

Tidak seperti The Silence of The Lambs yang menceritakan karakter Clarice Sterling sebagai calon agen FBI yang begitu polos masih lemah, Hannibal memiliki bagian cerita yang mengkisahkan aksi agen Aterling, dan saya menganggap jika Julianne Moore lemah dalam hal ini.

BTW (ini kepanjangan dari By The Way atau Ngomong-ngomong), bagi saya pribadi film ini cukup bagus dan hampir mendekati sempurna jika yang menjadi Clarice Sterling bukanlah Julianne Moore. Maaf ya tante.

Rating

Mestinya sih 4, tapi karena ada mbak Julianne Moore jadi…

3,2 / 5

Eh nggak deh, berkat endingnya yang super ngilu abis dan menjawab rasa penasaran saya ratingnya jadi

3,7/4


IMDB :


Rotten Tomatoes :

The Hateful Eight (2015), Fun and Bloody

The Hateful Eight
The Hateful Eight

Sinopsis

John Hurt (Kurt Russel) tengah dalam perjalanan menuju Red Rock, bersama seorang buronan yang berhasil ia tangkap, Daisy Domergue (Jennifer Jason Leigh). John atau The Hangman terpaksa menginap di sebuah penginapan dikarenakan badai salju yang ganas di tengah perjalanan.

John tidak sendirian, sebab ketika dalam perjalanan ia bertemu dan memberi tumpangan pada Warren (Samuel L Jackson) dan Chris Mannix (Walton Goggins). Di penginapan yang berbentuk kabin tersebut, juga telah ada sebelumnya pengunjung lain yang juga terjebak disana.

Malam semakin larut, mereka yang tadinya tidak saling mengenal dan bahkan beberapa di antara mereka adalah pesaing bagi sebagian yang lainnya, terpaksa untuk mengakrabkan diri untuk sementara waktu. Akan tetapi hal tersebut tidak membutuhkan waktu lama sebelum ketegangan terjadi dan mereka saling membunuh.

Review

GILAAA..

The Hateful Eight
The Hateful Eight
Itu ekspresi yang sering saya ucapkan setiap kali melihat karya Quentin Tarantino. The Hateful Eight adalah karya ke-8 sutradara yang memiliki ciri khas disetiap filmnya ini. Sejauh ini juga, saya sendiri baru melihat Pulp Fiction, Inglourious Basterds dan Django Unchained. Jangan lupakan juga karyanya yang lain yang juga fenomenal yaitu Kill Bill Vol. 1 dan Vol. 2.

Disetiap filmnya, dan sejauh yang saya ketahui, Quentin Tarantino ini memang memiliki ciri khas yang unik. Disamping pengemasannya yang terbilang klasik, juga obrolan-obrolan yang disetiap filmnya yang “tidak biasa”. Kata-kata rasis mudah terdengar, umpatan, celaan, dan kata-kata kasar lain terdengar biasa di setiap film-filmnya.

Akan tetapi, saya pribadi adalah pengagum berat setiap karya Quentin Tarantino. Karena meskipun pengemasan setiap filmnya bias jadi kasar dan gelap, tapi tetap fun dengan unsur humor yang pas.

The Hateful Eight sendiri sebenarnya secara kualitas masih belum sebanding dengan karyanya semacam Inglourious Basterds dan Django Unchained yang lebih kompleks. Meski hal ini memang disebabkan karena cerita dan naskah yang memang hanya “itu” saja, sehingga dengan durasi hampir 3 jam ini sudah sangat cukup untuk menceritakan konflik beberapa orang dalam satu ruangan saja.

Cast yang ditampilkan dalam film ini sebenarnya sangat menjanjikan, seperti Kurt Russel, Tim Roth, Channing Tatum dan aktor favorit Tarantino sendiri yaitu Samuel L Jackson. Yang agak mengejutkan, justru yang menonjol disini adalah cast-cast lain yang saya sendiri kurang mengenalnya, seperti Walton Goggins, Jennifer Jason Leigh, dan Demian Bichir. Sementara Kurt Russel hanya bertahan setengah dari durasi film dan Channing Tatum yang hanya keluar beberapa menit saja. Meski demikian acting dari Jennifer Jason Leigh adalah yang terbaik, terbukti dengan berhasil masuk nominasi di beberapa ajang bergengsi.

The Hateful Eight
Warren
Khusus bagi Samuel L Jackson, pantas saja jika Quentin Tarantino menyukai pria yang juga berperan sebagai Nick Fury dalam The Avengers ini. Bagaimana tidak, sosok Samuel L Jackson sangat cocok untuk peran-peran yang bermulut besar dan cenderung berkata-kata kasar, sesuai dengan karakter yang selalu ada dalam setiap karya Quentin Tarantino.

Durasi film The Hateful Eight ini cukup panjang, hampir mendekati 3 jam. Akan tetapi sepanjang film kita disuguhi tontonan yang menarik dan menghibur. Karena itu jika kamu mau menontonnya persiapkan waktu terbaik agar tidak ada scene yang terlewatkan.

Oh iya, sebenarnya film ini belum tayang di bioskop Indonesia , gak tahu juga sih bakal masuk atau nggak mengingat kontennya. Tapi versi DVDScr nya sudah beredar, jadi… ya begitulah…

Rating

Masih kalah jauh sama Inglourious Basterds dan Django Unchained, jadi…

4/5 sajah


IMDB : 8,1 / 10


Rotten Tomatoes : 74%

Edge of Tomorrow, Film Aksi dengan Eksekusi Manis

Review
Edge of Tomorrow
Edge of Tomorrow -

Sinopsis

Bercerita tentang bumi yang telah porak poranda diakibatkan penyerangan oleh alien. Koalisi pertahanan yang di usung untuk mempertahankan kelangsungan hidup umat manusia pun dibentuk dan akan menghadapi pertempuran di garis pertahanan terdepan di pesisir Perancis.

Seorang perwira asal Amerika Serikat, Cage (Tom Cruise) mendapat perintah langsung untuk terjun ke medan peperangan, situasi yang selama ini ia hindari. Dengan kemampuan bertempur yang tidak mencukupi, dan pengetahuan penggunaan senjata yang kurang menjadikan Cage bulan-bulanan di medan pertempuran sesungguhnya. Alhasil Cage pun tewas, setelah meledakan diri bersama seekor alien dengan jenis alpa.

Tiba-tiba Cage terbangun dan mendapati dirinya tengah berada di markas militer atau kejadian sehari sebelum pertempuran. Kondisi ini membuat Cage kebingungan karena peristiwa berikutnya yang ia alami sama persis seperti yang telah dilalui sebelumnya. Sampai seorang prajurit lain bernama Rita (Emily Blunt) mengetahui hal ini.

Rita adalah seorang pahlawan yang berhasil memenangkan pertempuran di Verdun, dan Rita mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Cage. Akhirnya mereka berdua mulai mencari cara mengalahkan alien dengan memanfaatkan kemampuan Cage untuk mengulangi waktu.
Live. Die. Repeat.

Review

Review
Mimic

Sebenarnya Tagline-nya sudah cukup menjelaskan isi filmnya, ya begitulah. Meski Edge of Tomorrow menawarkan plot tentang peperangan antara umat manusia dan alien, jangan berharap kamu akan mengetahui sosok sejati dari alien tersebut. Kita tidak akan tahu berasal dari planet mana atau jenis apa. Yang pasti disini kamu hanya akan mendapat informasi sebatas nama sebutan bernama mimic dan jenis alien alpa dan omega.

Ngomong-ngomong soal Tom Cruise, di setiap filmnya (mulai dari Mission Impossible sampai Oblivion) saya selalu menikmati karakter yang ia bawa. Meski tampil sebagai sosok yang macho, jago berkelahi, dan memiliki fisik yang kuat, karakter Tom Cruise selalu menampilkan sisi lemah, sensitif dan kadang agak “cengeng” juga. Eits jangan salah justru itulah kenapa saya menyukai aktor yang satu ini, setiap kekurangan justru akan menampilkan kesempurnaan bukan?
Review
Tom Cruise dan Emily Blunt

Nah di Edge of Tomorrow ini juga, Tom Cruise hadir dengan karakter seperti itu, seorang perwira yang oportunis, tidak patriotik, dan bahkan disersi. Meski di ending film karakter Tom Cruise ini terus berkembang, akan tetapi ada scene dimana Tom Cruise ini jadi penakut dan cengeng. Haha Good Job Bro.

Udah ngomongin Tom Cruise-nya sekarang ngomongin fimnya. Filmnya sebenarnya manis, plotnya manis, castnya (terutama Emily Blunt) manis, dan endingnya manis juga, jadi kesimpulannya, ini film yang cukup manis. Hmm, jadi gimana ya, saya gak menemukan sesuatu yang greget di film ini. Jadi cocok lah buat nonton film sekedar buat hiburan mah.

Oh iya, satu lagi soal ending, film ini sebenarnya menyuguhkan ending yang “agak gimana” gitu. Jadi bagi kamu yang ingin bahan pikiran buat menebak-nebak apa selanjutnya yang akan terjadi boleh lah Edge of Tomorrow ini menjadi referensi.

Rating

Karena kesimpulan yang saya ambil diatas adalah “cukup manis”, karena itu saya kasih rating untuk film ini berada di urutan jari manis. Yaitu...

4/5

Eh kegedean deh kayaknya..

3,5/5

Segitu aja deh.. anggap saja jari manisnya agak bantet.

Petualangan dengan Formula yang Lebih Segar, Review Spongebob The Movie : Sponge Out of Water

Sponge Out of Water
Sponge Out of Water
Spongebob The Movie : Sponge Out of Water -

Sinopsis

Adegan dibuka ketika seorang bajak laut, Burger Beard (Antonio Banderas) berhasil menemukan sebuah buku keramat di pulau terpencil. Setelah pertarungan yang sengit, bajak laut Burger Beard yang berlayar sendirian tersebut berhasil memilikinya. Ditemani sekumpulan burung camar, Burger Beard mulai membacakan isi buku tersebut.

Sementara itu di Bikini Bottom, Spongebob (Tom Kenny) dan kawan-kawan harus menerima kenyataan jika formula krabby patty telah hilang. Seisi kota bikini bottom menjadi berantakan dan kacau. Semua orang menjadi gila setelah makanan favorit buatan restoran milik Mr. Krab (Clancy Brown) ini raib secara tiba-tiba.

Masalahnya adalah formula krabby patty ini hilang ditengah perseteruan antara Spongebob dan Plankton (Mr. Lawrence). Hasilnya, Spongebob pun dituduh berkomplot dengan Plankton untuk mencuri formula rahasia Krabby Patty. Semua orang mulai mencurigai dan memusuhi Spongebob, bahkan teman sejatinya yaitu Patrick (Bill Fagerbakke) dan hewan peliharaannya sendiri, Gary (Tom Kenny).

Spongebob Out of Water
Burger Beard
Menyadari hal ini, Spongebob pun menawarkan kerja sama dengan Plankton untuk menyelesaikan masalah. Akhirnya petualangan pencarian formula krabby patty pun dimulai, hingga Spongebob pun terpaksa untuk melakukan aksi di… Daratan!

Review

Salah satu serial favorit saya… ehm.. saat ini. Iya kamu tidak salah dengar, Spongebob Squarepants adalah serial kartun yang sangat saya sukai di umur 24 tahun ini (Ups.. Spoiler). Dan itu dia masalahnya, apakah benar cerita Spongebob ini ditujukan untuk anak-anak saja?

Jauh sebelum film ini rilis, saya sudah curiga jika Spongebob ini sebenarnya ditujukan bukan untuk anak-anak. Ya terkecuali kalau bagi anak-anak Amerika Serikat mungkin, entahlah. Tapi yang pasti, muatan cerita yang terdapat dalam setiap cerita nya, baik itu film ataupun serial, memiliki kandungan yang hanya dimengerti oleh orang dewasa.

Apa lagi jokenya yang benar-benar kentara dengan muatan dewasa dan sebagian pesan dari cerita yang hanya akan dipahami oleh orang dewasa saja. Dengan demikian, saya pribadi membuat kesimpulan jika cerita Spongebob ini memang ditujukan untuk orang dewasa dan anak-anak yang tentu saja butuh pendampingan.

Baik, let begin talk about Sponge Out of Water ( Itu namanya Bahasa Inggris..)

Film ini menawarkan kehadiran Spongebob dan kawan-kawan dalam formula baru yaitu konsep animasi 3D dan bergabung dengan karakter manusia nyata. Hype tentang konsep ini boleh dibilang dibangun sangat tinggi, setiap trailer, tv spot dan poster yang ada menampilkan bagaimana penggambaran 3D tersebut.
Sponge Out of Water
Sponge Out of Water

Sayang kenyataannya durasi 3D yang disuguhkan hanya sedikit, ya sekitar 15 menit menuju akhir film saja. Meski banyak reviewer yang kecewa dengan minimnya durasi yang di tampilkan dalam konsep 3D ini, saya menilai jika hal tersebut sudah lebih dari cukup. 
Terlebih, jujur saja saya tidak peduli dengan penawaran 3D atau tidak yang pasti melihat Spongebob dan kawan-kawan beraksi pun sudah memuaskan.

Seperti yang saya telah kemukakan sebelumnya, penceritaan dalam film ini pun tidak lepas dari ambigu, apakah ini untuk kalangan anak-anak atau dewasa. Disini saya menemukan beberapa joke yang terkesan agak….. gimana ya. Misal, saat adegan plankton baru keluar dari otak Spongebob, dengan balutan permen yang berwarna-warni, pelangi dan tertusuk di bagian…. Heyyy serius? Kemudian ada lagi scene saat menggunakan mesin waktu, hmm jujur saya sendiri agak takut di bagian ini. -_-

Apa lagi saat scene di pantai, saat pertama kali Spongebob dan kawan-kawan menuju daratan. Disana banyak orang tengah berjemur yang menggunakan pakaian renang yang minim dan … ah sudahlah. Karena itu, sekalipun didampingi oleh orang dewasa, saya yakin ada bagian dimana kamu akan mesem-mesem, sementara anak-anak akan melongo saja.

Overall, ceritanya cukup baik, cukup have fun dan menyenangkan. Sayang endingnya agak kurang greget, dan menimbulkan pertanyaan : gitu aja????

Jadi pengen teriak.. MAS DANAAAAANG… KURAAAAAAAANG…

Rating

1… 2… 3… 4… hmmm…. 3,8…. 3,5…. 3,1….


3 / 5 aja deh…


IMDB : 6,1/10


Rotten Tomatoes : 79%



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Review Film Tergila - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger